Belum Pernah Ekspor? Berikut 3 Pedoman yang Perlu Diperhatikan

  Tahukah kamu bahwa pemerintah sedang menyiapkan segudang pelayanan dan penghargaan bagi pelaku usaha yang memiliki track dan record yang baik di pasar ekspor. Hal ini tidak lain sebagai upaya memperbaiki pelayanan akses pengusaha sekaligus …

 

Tahukah kamu bahwa pemerintah sedang menyiapkan segudang pelayanan dan penghargaan bagi pelaku usaha yang memiliki track dan record yang baik di pasar ekspor. Hal ini tidak lain sebagai upaya memperbaiki pelayanan akses pengusaha sekaligus perbaikan taraf ekonomi nasional.

Dengan demikian, bagi kamu yang memiliki produk berkualitas, jangan tunda kesempatan kirim barang ke Taiwan, Jepang, Malaysia, dan berbagai negara di dunia. Namun sebelum itu, tentunya kamu perlu memahami pedoman di bawah ini apabila belum pernah ekspor sebelumnya.

Membuat kontak pernjualan berbentuk surat resmi

Dalam proses ekspor, kamu perlu membuat dokumen penting yang disebut sales contract process. Surat ini mencakup segala aspek penjualan, mulai dari rincian barang, penjaminan mutu, mekanisme pembayaran, dan lain sebagainya terkait transaksi jual beli.

Melakukan pengiriman via Ekspedisi Internasional

Sesudah kamu merampungkan segala macam dokumen penting yang diperlukan, berikutnya kamu perlu segera malakukan pengapalan atau pengiriman barang ke negara tujuan. Penting diperhatikan bagi setiap pelaku usaha yang belum pernah ekspor sebelumnya, pilihlah ekspedisi yang sudah berpengalaman dengan layanan terbaik pula seperti Kilo.id.

Pencarian dokumen perkapalan sebagai tahap akhir

Setelah dua pedoman di atas sudah dilaksanakan dengan baik, pada proses berikutnya kamu hanya perlu melakukan pencairan pembayaran dari bank devisa importir. Apa syaratnya? Ya, kamu cukup membawa dokumen pengapalan atau dokumen berupa bukti sales kontrak dan ekspedisi sebagaimana yang dijelaskan di atas.

Proses ini seolah dibet, namun hal ini dilakukan sebagai upaya perlindungan antara penjual dan pembeli. Hal mana, penjual perlu menjami mutu produk hingga barang sampai, sementara pihak importir perlu melakukan sebagai upaya melakukan kewajiban terhadap eksportir produk.

Seringkali, pedoman ini tidak dipahami oleh eksportir pemula sehingga menghambat proses pengiriman barang ke luar negeri. Namun, apabila pedoman ini dipahami dengan baik, maka sejatinya proses ini sangatlah mudah, bahkan termasuk perlindungan transaksi kedua pihak.

Jika dirasa bingung, maka kamu bisa bertanya-tanya kepada para pelaku usaha yang pernah ekspor. Selamat mencoba, jangan pernah takut untuk mengawali ekspansi ke luar negeri.